KEGUNDAHAN

Gadis kecil berkerudung hijau

memainkan api lilin sambil tersenyum beku

sebagian hati berlalu

pada nisan yang tak mampu berseru

berteman masa lalu,

konsekuensi perasaan dan kenyataaan pilu

orang terkasih dapat berpulang sewaktu-waktu

sekejap kelabu bahkan ketika langitmasih biru

tanpa wasiat atau tanda yang rancu

untuk selanjutnya menyisakan sendu

 

Gadis kecil  berkerudung hijau

kini bersujud di atas sajadah ungu

belajar arti ketaqwaan terhadap setiap ajaran-Mu..

Advertisements

BATAS-BATAS BERSOLEK (BERDANDAN)/MEMPERCANTIK DIRI

Apa yang dimaksud dengan bersolek dalam firman-Nya SWT, “Dan jangan1ah kamu berhias seperti orang-orang Jahiliyah dahulu ” (QS. al-Ahzab: 33) dan apa maksud dari hadis Nabi saw, “Pada umatku yang terakhir akan terdapat perempuan-perempuan yang berpakaian namun [hakikatnya] mereka telanjang, mereka menyimpang [dari kebenaran] dan tidak berpendirian seperti onta-onta gemuk yang tak berguna (kaasminati al-bukhti al-ijaf), laknatlah mereka karena mereka memang terlaknat.”

Ayat tersebut ingin menegaskan tentang pelarangan bersolek, yaitu keluarnya wanita dengan menampakkan perhiasannya yang mencolok, baik dengan memakai kosmetik maupun membuka wajahnya (tidak berjilbab), atau dengan memakai pakaian yang seksi di mana kewanitaannya bergerak di luar lingkungan kaum wanita, yang berakibat secara langsung atau tidak langsung kepada adanya ketertarikan dari lawan jenis seperti yang disebutkan dalam ayat yang lain, “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. ” (QS. al-Ahzab: 32) Sesungguhnya Al-Qur’an al-Karim tidak menginginkan wanita keluar rumah dengan gaya yang memancing keadaan “berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. ” Atau, gaya bicaranya mengundang hasrat seksual itu. Dan barangkali maksud dari perempuan-perempuan yang berpakaian namun mereka telanjang adalah wanita-wanita yang memakai pakaian, tetapi perilaku mereka di tengah-tengah masyarakat persis seperti perilaku wanita yang telanjang, sebab ia menelanjangkan keadaannya untuk menarik lawan jenis, dan ia menelanjangkan sisi feminisme di dalamnya, di mana sama saja baginya baik ia memakai pakaian atau tidak.
Read the rest of this entry »